HARI raya Idul Adha atau yang biasa kita sebut sebagai hari raya kurban merupakan salah satu hari yang istimewa bagi umat Muslim. Pada tangga 10 Dzulhijah, seluruh umat Muslim melakukan penyembelihan hewan kurban. Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan. Dalam setiap tahun pelaksanaannya, ada saja kisah kurban mengharukan yang patut menjadi inspirasi.

Berikut 4 kisah kurban yang mengharukan, dari anak kecil hingga pemulung.

1. Kisah kurban pertama datang dari santri SMP-SMA Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang. Amas Salsabila Yasri, santriwati kelas 12 SMA mengungkapkan pengalamannya menyembelih hewan kurban atas namanya sendiri.

“Rasanya cukup deg-degan. Ini pertama kalinya saya menyembelih hewan,”ujarnya.

Salsabila menuturkan, ia merasa lega bisa menyembelih hewan kurbannya sendiri. Meski tangan dan bajunya terkena lumuran darah, kesempatan itu menjadi pengalaman berharga sepanjang hidupnya.

Tak hanya Salsabila, Khalisa Azalia Defri Bangun, santriwati kelas 8 SMP yang juga menyembelih kambing kurbannya sendiri. Awalnya ia sempat ragu, antara berani dan tidak. Setelah diyakinkan, akhirnya ia mau dan berhasil menunaikannya.

Kepala Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri, Ustadz Alimin Muhtar mengatakan, penyembelihan hewan kurban oleh pengkurban sendiri merupakan bagian dari pembelajaran untuk para santri.

“Sejak lama tradisi itu dilakukan di Ar-Rohmah Putri tiap tahunnya,” ujarnya.

2. Kisah kurban kedua datang Inaq Sahnun, seorang pemulung yang berusia lebih dari setengah abad di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Beliau berhasil mewujudkan niat mulianya untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah silam.

kisah kurban

Foto: Jurnalis Indonesia

Inaq saat itu berkurban hewan sapi dari uang sebanyak Rp 10 juta yang dikumpulkannya selama lima tahun dari hasil memulung.

Sosok Inaq Sahnun sebenarnya tak asing di mata warga yang bermukim di kawasan Cakranegara Kota Mataram. Inaq yang kesehariannya mengumpulkan botol bekas dan sampah plastik menyisihkan pendapatannya dari menjual hasil memulungnya.

3. Kisah kurban ketiga datang dari tujuh bocah di Kampung Ardio, RT 01 RW 05, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Mereka rela menyisihkan uang jajan selama 10 bulan untuk membeli hewan kurban berupa sapi.

Ketujuh bocah tersebut yakni, Abu Bakar (13), Zhilal (11), Sauqi (11), Fauzan (11), Sukatma (12), Zalfa (12) dan Yudi (18). Niat mereka untuk membeli hewan kurban tidak terlepas dari dukungan orangtua mereka.

Rasa bangga bercampur haru pun dirasakan para orangtua ketujuh anak tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa anak-anaknya mampu mewujudkan niat mulianya itu.

4. Kisah kurban keempat datang dari anggota Polres Jeneponto yang berkurban 50 ekor sapi. Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul mengatakan, 50 ekor sapi tersebut diperoleh dari hasil patungan anggota polres. Mereka menyisihkan gaji setiap bulan selama setahun hingga akhirnya bisa berkurban sapi hingga 50 ekor.

“Baru 49 ekor, masih ada penambahan beberapa ekor karena masih ada beberapa orang personel yang belum terdaftar peserta kurban. Untuk polres 50 ekor sapi kurban,” ujar Syahrul, beberapa tahun silam.

Selain kisah kurban haru di atas, berikut kami bagikan 4 hikmah di balik menyembelih hewan kurban yang dikutip dari Rumayho:

1. Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan.

2. Menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).

3. Agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimas salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Isma’il pun berubah menjadi seekor domba.

Jika setiap mukmin mengingat kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah dan seharusnya mereka mendahulukan kecintaan Allah dari hawa nafsu dan syahwatnya.

4. Ibadah kurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan kurban. Ibnul Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut.

Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah.”

Itulah 4 kisah kurban yang mengharukan dari para muhsinin dan 4 hikmah dalam berkurban. Semoga kisah di atas bisa memicu setiap muslim untuk semangat dalam berbagi.

Baca Berita Terkait
Comments ( 0 )
Anda berkomentar sebagai pengunjung, silahkan login atau register