DURHAKA kepada orang tua merupakan hal yang dilarang keras dalam agama Islam. Sebaliknya, Islam justru mengajarkan semua manusia untuk memuliakan dan berlaku baik terhadap orang tua mereka.

Memuliakan orang tua bisa menjadi salah satu sebab seorang anak menjadi ahli surga. Dan tentu saja, durhaka kepada kedua orang tua menjadi sebab seseorang menjadi penghuni neraka. Naudzubillah.

Berikut larangan berbuat durhaka kepada orang tua yang dijelaskan dalam beberapa riwayat, di antaranya:Pertama, Imam Bukhari dan Imam Muslim serta sejumlah perawi hadits lainnya mengabarkan hadits dari Abu Bakar. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

‘Maukah aku ceritakan kepada kalian dosa besar yang paling besar, yaitu tiga perkara? Kami menjawab, Ya, Rasulullah. Rasulullah berkata: Menyekutukan Allah, dan mendurhakai dua orang tua. Rasulullah sedang bersandar lalu duduk, maka berkata Rasulullah: Tidak mengatakan kebohongan dan kesaksian palsu. Beliau terus mengulainya sampai kami berkata semoga beliau berhenti.”Larangan Durhaka kepada Orang Tua

Larangan Durhaka kepada Orang Tua

Kedua, Imam Ahmad, Imam Nasai, Al Bazzar dan Imam Hakim meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Amr bin Aas, bahwa Rasulullah berkata:

“Ada tiga orang yang Allah haramkan mereka masuk surga. Pecandu Khomr, Anak yang durhaka pada orang tua, dan dayyuts yaitu orang yang setuju dengan maksiat yang dilakukan keluarganya.”

Ketiga, Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits dari sahabat Anas, ia berkata:

“Rasulullah SAW menyebutkan tentang dosa besar, beliau berkata: Dosa besar yaitu menyekutukan Allah dan durhaka pada orang tua."

Keempat, dalam hadits Imam Bukhari dari Abdullah bin Amr bin Aas, dari Nabi SAW berkata:

“Dosa besar itu menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh manusia dan Al Yamin Al Ghomus (sumpah palsu).”

pentingnya berbakti kepada orangtua, Durhaka kepada Orang Tua

Kelima, dalam sebuah pesan yang ditulis Rasulullah untuk penduduk Yaman yang dikirim melalui Amar bin Hamzah dijelaskan:

“Sesungguhnya dosa yang paling besar di sisi Allah pada hari kiamat adalah syirik, membunuh mumkn tanpa alasan yang benar, lari dari perang ketika melawan kafir, durhaka kepada kedua orang tua, menuduh wanita suci dengan tuduhan perzinahan, mempelajari sihir, memakan harta riba dan memakan harta anak yatim.” (Hadits riwayat Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya).

Keenam, hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan riwayat lainnya dari Mughirah bin Syu’bah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian berbuat durhaka kepada para ibu kalian, dan mengharamkan mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut yang bukan haknya. Allah juga membenci kika kalian menyebarkan kabar burung, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta?”

Ketujuh, dalam hadits yang diriwayatkan Imam Nasai dan Al Bazzar dari Ibnu Umar dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

“Tiga orang yang tidak akan dipandang Allah di hari kiamat. Yang durhaka kepada orang tua, yang kecanduan alkohol, yang juga mengungkit-ungkit pemberian. Dam tiga orang yang tidak akan masuk surga, yang durhaka pada orang tua, dayyuts (membiarkan istrinya melakukan maksiat), dan lelaki yang menyerupai perempuan.”

Itulah tujuh hadits yang menjelaskan tentang larangan berbuat durhaka kepada orang tua dan apa saja dampak buruknya di dunia dan akhirat. Semoga kita termasuk anak yang berbakti kepada orang tua dan dimasukkan ke dalam surganya Allah SWT.

Baca Berita Terkait
Comments ( 0 )
Anda berkomentar sebagai pengunjung, silahkan login atau register